Aku kuliah DKV tapi nggak pernah begadang

Biasanya habis ngomong itu, orang-orang naikin alis mereka, kayak mereka baru aja liat bulldog bisa nyetir Nissan Juke. Mungkin kamu juga. Mangkanya kamu baca blog ini.

Iya, aku tahu, aku sendiri ngerasa harusnya anak desain itu justru jam kerjanya baru dimulai jam 22:00. Tapi justru jam 21:00 biasanya aku udah tidur.

Aku nggak inget persis kapan, tapi memang dari kecil, aku biasa tidur jam 9. Mungkin terinspirasi dari kartun Fairly Odd Parents. Di satu episode, ada scene dimana Timmy nggak mau tidur karna masih mau nonton TV. Orang tua Timmy diam-diam putar jam dari jam 8 ke 9. Waktu Timmy lihat udah jam 9, dia ketiduran saat itu juga.

Aku mikir, “asik juga ya bisa tidur pas jam 9 malam.” Sejak itu aku coba buat tidur pas jam 9 setiap hari.

Surprise, surprise. Ternyata itu realitanya, bukan cuma kartun. Aku berhasil biasain diri tidur jam 9, bahkan sampai kuliah desain pun aku masih biasa.

Baru belakangan ini aku tahu yang namanya jam biologi.

Kalau jam dinding diatur sama jarum-jarumnya, jam biologi diatur sama hormon-hormon. Ada hormon yang bikin kamu ngantuk, ada hormon yang bikin kamu melek dan kreatif, ada hormon yang bikin kamu mager, ada hormon yang bikin kamu semangat bahkan hyper-alert.

Semakin gampang jam tidurmu diprediksi, semakin kuat kebiasaan tidurmu. Semuanya gara-gara hormonmu tahu kapan harus beraksi. Buat temen-temen yang lain, mungkin jam kreatifnya mereka malem, tapi karna jam tidurku lebih pagi, jam kreatifku juga lebih pagi. Biasanya di kampus aku kerja di perpus jam 3. Itu momen kreatifku. Momen flowku.

Di sini aku bukan maksa untuk kamu tidur jam 9 juga, tapi lebih menyarankan, coba kamu nggak usah dengerin kata orang harusnya kamu gimana, tapi coba desain hidupmu. Kalau mau bangun pagi, meskipun temen-temen pada baru tidur, ya didesain rutinitasmu biar kamu bisa.

Keajaiban dari otak manusia itu tingkat adaptasinya yang sangat tinggi. Asal kamu mau, pasti ada solusinya. Kamu bisa mulai dari coba desain rutinitas tidurmu.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

Comments

  1. Xarista

    Keren!!! Iya bener, bukan berarti karena kita punya kesamaan dengan orang lain di satu hal, artinya kita juga harus punya kebiasaan yang sama

    1. Yes! Kita semua bertanggung jawab sama pilihan masing-masing. Kenapa kok malah diserahkan ke orang lain? Ambil keputusan sendiri yang beda sesuai yang kamu perlu. Thanks for supporting this blog dear 😍