Apa itu esensi?

Semua hal punya nilai. Tapi nilai-nilai di tiap hal itu beda-beda. Uang 50.000 rupiah itu 100 kali lebih berharga dari uang 500 rupiah. Tapi nggak setiap barang punya nilai yang sama. Semua tergantung konteks — atau perspektif.

Bagi buruh pabrik, uang 50.000 itu berharganya bukan main. Bagi pemilik mega-company, uang 50.000 itu bukan apa-apa.

Bagi pasien koma yang lagi di perjalanan ke UGD, satu menit itu berharga. Bagi pegawai kantor yang menunggu jam pulang, satu menit itu nggak berharga.

Yang berbeda bukan nilai dari hal itu sendiri, tapi pandangan kita. Ada hal yang nilainya lebih besar dari yang lain — yang lebih esensial.

Menurutmu, mana yang lebih berharga? Uang atau waktu?

Kalau kamu jawab, waktu, kamu betul.

Yuk, kita coba buktikan supaya kamu lebih yakin lagi.

Anggap aja kamu bisa hidup seratus tahun. Dalam seratus tahun, kamu cuma punya ada 52.560.000 (52 juta) menit atau 31.536.000.000 (31,5 milliar) detik.

Dalam satu hari, ada berapa uang yang ditransaksikan di seluruh dunia? Menurut Business Insider1, di dunia ini ada 80 trilliun dollar.

Suplai uang itu lebih banyak daripada suplai waktu. Kalau uangmu habis, kamu bisa cari uang lagi. Tapi kalau waktumu habis, kamu nggak bisa tambah waktumu lagi.

Hal yang esensi itu lebih sering nggak kelihatan. Contohnya:

  • makna hidup
  • relasi
  • kebahagiaan

Kita perlu secara sengaja mengejar hal esensi untuk dapetin itu semua. Nggak ada yang punya kewajiban buat kasi kamu. Jangan sampai salah fokus.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

Comments

  1. Xarista

    Trueee!!!!!
    Dan jangan sampai kita menaruh harga diri kita di tempat yang salah, soalnya itu bisa mempengaruhi hidup kita jadi ga efektif dan akhirnya ga bisa mencapai tujuan

    1. Yes! Jangan pernah lupa sama esensi hidup. Awesome insight dear 😍 thank you!