Esensialisme

Esensialisme artinya pengejaran hal-hal esensial secara disiplin. Secara alami, hal yang esensi lebih berharga dari yang lain.

Kalau esensialisme itu pengejaran hal-hal esensial secara sengaja, trivialisme itu usaha untuk nggak kehilangan apapun.

Perbedaannya ada di kepercayaan mendasarnya…

Esensialisme:

  • “Aku memutuskan untuk …”
  • “Hampir semuanya nggak penting.”
  • “Aku punya kesempatan untuk kerjain apapun, tapi nggak semua aku lakukan.”

Trivialisme:

  • “Aku harus …”
  • “Hampir semua hal itu penting.”
  • “Aku bisa kerjain semua”

Kenapa esensialis perlu disiplin?

Tanpa disiplin kecenderugan manusia itu menghindari rasa sakit dan mengejar kenikmatan.

Dalam konteks kesempatan, menolak kesempatan itu terasa kayak kehilangan reward. Padahal rewardnya belum kita terima. Akhirnya kita cenderung menerima semua kesempatan yang ditawarkan.

Esensialis tahu kalau nggak semua kesempatan itu sama nilainya. Ada kesempatan yang lebih berharga dari yang lain.

Dapet tawaran kerja di kampung halaman sendiri itu menarik kalau lihat benefitnya aja. Rumah masih dekat, biaya hidup gabung sama keluarga. Tapi buat orang yang punya mimpi pengen kerja di studio Disney, tawaran ini nggak relevan.

Seandainya kesempatan ini diterima, waktu yang tadinya bisa dipakai untuk mengasah skill animasi, jadi hilang.

Esensialis secara disiplin menolak kesempatan yang baik untuk bisa dapat kesempatan yang keren.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website