Personal update: Hari ini aku uninstall game favoritku.

Yes. Buat cowok (apalagi yang memang udah hobby dari SMA), lepasin game itu susah.

Buat aku pun juga nggak jauh beda. Tapi gimanapun juga, aku memutuskan buat uninstall Mobile Legend.

Aku suka banget sama game ini, karna game ini fair. Kalau kamu bayar buat beli barang premium, ngaruhnya cuma dikit. Damage rata-rata di game ini 200an, sementara item premium cuma nambahin 8. Nggak ngaruh kok. Lebih ngaruhnya itu cara kamu mainin game ini. Dengan status dan karakter yang sama, ratingku bisa better than 96% player, atau better than 6% player. Yang beda, strategi dan play style.

Selain itu character developmentnya juga dijaga. Sesekali ada revamp, lebih seringnya ada nerf (hero yang terlalu kuat dibuat sedikit lebih lemah) sama buff (hero yang terlalu lemah dibikin sedikit lebih kuat)

Yang bikin aku memutuskan untuk uninstall itu karena game ini ngerusak energiku, ngerusak moodku.

Kemarin lusa aku bangun dengan kondisi lontang-lantung. Aku nggak pengen bangun tapi juga nggak bisa tidur lagi.

Aku memutuskan buat main Mobile Legend aja. Siapa tau bisa ngerasa lebih baik setelah main satu atau dua ronde. Toh kan ini game favoritku.

Yang terjadi bukannya aku main satu-dua ronde. Tapi aku main seharian. Dari pagi sampe sore. Hasilnya pun juga moodku nggak membaik. Bahkan lebih rusak dari sebelumnya.

Yang bikin rusak itu karena toxic behaviour dari pemain timku.

Bayangin kamu nonton piala dunia, terus Christiano Ronaldo lagi giring bola, posisinya udah deket banget sama gawang lawan. Tiba-tiba, keepernya sendiri maju, rebut bolanya terus masukin ke gawang lawan. Terus setelah itu, dia masih ngolok-ngolokin Ronaldo karna kurang cepat larinya, kurang akurat tendangannya, “mending lu pensiun aja kalo nggak niat main.”

That’s what happen in the game.

Bahkan dampaknya nggak cuma ke diriku aja. Dampaknya ke pacarku juga. Tiap malam biasanya aku dan pacarku, Icha, ngobrol di telpon. Kita memutuskan nggak ketemu selama pandemi karna kita mau jaga kesehatan satu sama lain. Malam itu karna badmood, aku ngomel-ngomel sama dia, bahkan aku bikin dia sedih.

Yes, game bisa ngerusak hubungan lho.

Berhubung post hari ini ngomong soal desain hidup. Aku memutuskan mau desain entertainmentku. Aku nggak mau dihibur sama sesuatu yang punya potensi bikin bete bahkan ngerusak relasi.

Well, karna aku masih suka main game, aku perlu cari alternatif (Aku lagi cari cara biar aku nggak lagi sesuka itu main game. Tapi ya udah, kayaknya itu lebih nunggu musim hidup. Aku nggak tau). Aku memutuskan cuma mau main game single player. Pilihan favorit baruku itu main game RPG (Role Playing Games, jenis game di mana kamu mainin karakter yang punya spesialisasi, misal warrior, archer, wizard, dll).

Aku memutuskan kalo mau hiburan, aku mainnya game yang nggak ada toxic playernya.

Selain itu, aku benefitnya uninstall Mobile Legend itu ada di ukuran filenya yang gede (kalau nggak salah, totalnya 2,5 GB). Justru karna gede, aku males untuk install lagi. Aksesnya jauh. Yang lebih deket biasanya lebih mungkin buat dijangkau dan dipake.

Di kasus ini, game RPG yang ada di HPku (namanya Untold, recommended banget kalo kamu suka game RPG dan suka novel; soalnya ini kamu bisa pilih alur ceritanya bebas sesuai watakmu).

Aku rekomendasi kamu lakuin yang sama.

Kalau kamu pengen daily moodmu lebih bagus, buang semua hal yang bisa nurunin moodmu. Entah itu temen-temen yang toxic, game yang ada toxic playernya, atau film seri yang bikin kamu kecanduan dan ngerasa bersalah setelah nonton satu season dalam sehari.

Guys, aku kasi tau. Semua ada alternatifnya. Ada pilihan yang lebih baik, yang nggak ada resiko bikin moodmu berantakan.

Selain game, yang udah aku lakuin sebelumnya itu aku:

  • uninstall semua medsos (kecuali Facebook karna aku sendiri jarang pake facebook dan apps ini mempermudah login ke macam-macam website)
  • lost contact dari temen-temen se-geng di kampus karna mereka ngga punya keinginan maju sebesar yang aku mau
  • pindah gereja karena mereka kesulitan menerima aku apa adanya apalagi bantu aku bangkit dari masalah-masalahku

It’s okay to throw some things away. Daripada kamu harus berurusan sama hal-hal toxic, mending kamu buang aja dari awal. Buat maju itu nggak perlu effort gede kayak di video motivasi. Cukup buang jangkar yang megangin kamu di tempat.

Mungkin kamu berpikiran aku ngerasa sendiri, sedih, bahkan menyesal.

Nope. Malah aku bersyukur aku lepas semua itu. Aku bahagia. Aku ada di tempat yang aku mau. Bahkan aku terus maju. Kalau aku nggak rela lepas semua itu, aku bakal masih tersesat. Blog ini nggak akan pernah ada, karena waktuku masih habis buat ngeladeni temen-temen yang sebetulnya udah nggak klik lagi.

Aku harap cerita ini bisa membuka matamu, buat liat perspektif yang baru.

Do yourself a favor, stop denying the truth. If you are not happy, it is because of a reason. And that reason is something is dragging you down and keeping you there. It has to go. Now.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

Comments

  1. Xarista

    Thank you baby for inspiring others and me ❤️