Mana yang lebih biasa? Kejahatan atau kebaikan?

Menurutmu yang mana lebih biasa kamu temui sehari-hari? Kebaikan atau kejahatan?

Respon kita bakal sama persis kayak waktu ada orang tanya kabar kita.

“Baik-baik aja.”

Tapi dalam hati kita tahu itu bukan jawaban sebetulnya…

Jawabannya bisa macam-macam:

  • “Aku bingung gimana cara lunasin uang kuliah semester ini.”
  • “Mamaku lagi sakit keras, aku nggak bisa apa-apa buat bantu.”
  • “Aku lagi tengkar sama sahabatku. Aku kangen tapi sekaligus masih marah.”
  • “Aku habis patah hati. Aku baru aja dikecewain sama orang di deketku.”

Memang sih orang yang nanya bakal shock kalau kamu jawab sejujur ini. Tapi masalahnya itu bener-bener keadaanmu yang sebenernya.

Ini realitanya. Para filsuf kekristenan pernah menanyakan hal yang sama. Kenapa kok dunia ini rusak banget? Banyak penderitaan, banyak patah hati, banyak kekecewaan, banyak rasa perih.

Well, jawabannya ada di seluruh kisah Alkitab. Semua tokoh yang diceritakan itu bukan diceritakan karena mereka hebat. No. Justru sebaliknya. Mereka itu cacat.

Abraham itu selalu skeptis dan gegabah. Daud itu pezinah. Petrus itu penghianat dan pemfitnah.

Dunia ini penuh dosa. Semua orang peduli sama dirinya sendiri. Meskipun harus orang lain yang bayar harga kenikmatan kita. Justru lebih baik gitu.

Kita nggak mau nyakitin orang lain supaya mereka nggak nyakitin kita. Kita. Kita. Kita.

Di dunia yang penuh dosa, justru kagetlah kalau ada kebaikan. Nggak ada orang yang seratus persen selfless.

Jangan kaget kalau kamu denger sahabatmu ternyata homosexual. Jangan kaget kalau papamu dulu pernah jadi pencopet. Jangan kaget kalau mamamu pernah selingkuh diam-diam tanpa ketahuan. Jangan kaget kalau kakakmu pernah nipu orang. Kamu pun minimal pernah bohong.

Kagetlah kalau sahabatmu masih mau nemenin kamu lewatin kesulitan. Kagetlah kalau papamu masih rajin kerja 40 jam setiap minggu. Kagetlah kalau mamamu masih manage rumah supaya tetap bersih. Kagetlah kalau kakakmu sering dengerin curhatanmu. Kagetlah kalau kamu pernah bantu orang yang lagi susah, tanpa berharap balasan apapun.

Di dunia yang sudah rusak karna dosa, kagetlah kalau justru ada kebaikan.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

Comments

  1. Xarista

    Iya bener! Kaget itu boleh dan wajar tapi jangan berlebihan, toh orang itu juga kalo ditanya mau melakukan dosa atau ga pasti jawabannya ga

    1. Yes! Semua orang pengen yang baik. Tapi kadang terlalu pengen sampe akhirnya berdosa demi kebaikan yang mereka impikan. Nggak perlu kaget kalo ada pendosa. Kita sendiri sebetulnya juga pendosa. Thank you for the awesome insight babe 😍